← Volver a la ficha del textoPUSAT
DOKUMENTASI SASTRA H.B. JASSIN
tarta: Merdeka.
Tahun: 47 Nomor: 2018
inggu, 2 Vovember 1986
Halaman: 6 Kolom: 5--10
Seniman Dan Sufisme Di Indonesia
Merutut Daharto
Bertempat di Ruang
Pameran Dewan Kesenian
Surabaya (DKS) Jalan Pe-
muda 15 S i.pekan
lalu, Makan 1 Lap
pengarang dan termasuk to-
(oh teater Indoensia
mengadakan ceramah ten-
tang seniman dan sufisme
di Indonesia.
Menurut Danarto sufis-
me adalah semacam tasa-
wuf dalam ajaran Islam,
dengan bersumber pada AL
Ouran dan Sunah Rosul
Orang-orang sufi mempu-
nyat ciri-ciri yang dominan
seperti: mendahulukan se:
cara lebih terhadap Tuhan,
terasing dari keramaian,
dan kesadaran berpikir le-
bih tinggi. Mengenai ke-
sadaran berpikir lebih-ting-
gi ini, Danarto menjelaskan
bahwa suatu saat seorang
sufi diundang makan ma-
Danarto
. sufi tersebut me
da
lam oleh seorang pejabat.
Dan karena takutnya orang
5 ingat dan
mendekatkan “-diris pada
Tuhan (dzikir) maka orang
sufi tersebut berteriak-teri-
ak dengan mengatakan:
“Tolong Tuhan saya diun-
dang makan malam oleh
pejabat?”
Para sufi biasanya mene-
ladani para nabi-nabi,
demikian kata Danarto
yang saat ini sedang menga-
dakan safari perjalanannya
meneliti masjid- masjid
yang ada di Jawa Timur.
Peneladanan orang sufi ter-
hadap para nabi tersebut
adalah: 1. meneladani ke-
. dermawanan Ibrahim, 2.
Kepasrahan Ismail, 3. Ke-
sabaran Ayub, 4. Perlam-
bangan Zakaria, 5. Keter-
asingan Yunus, 6. Per-
ziarahan Isa, 7. Keseder-
hanaan berpakaian (ber-
| demikian kata Danarto, :
jubah wol) Musa dan 8. Ke
melaratan ' Muhammad
SAW. | nh &
Sufisme ata tasawuf bi-
sa disebut s i mistik
atau kebatinan dalam ajar-
an Islam, di mana sumber-
nya adalah Sunah (Rosul
dan A-Ouran, cak an
kebatinan atau mistik |
bersumber dari Islam,
du, Katholik, Kristen
Budha, Kong Hu Cu,
lain sebagainya.
Seniman di Indonosiah Z
“7
banyak yang. mempunyai
— aliran sufisme, Mereka ada .
“yang sadar mengakui se” j
bagai seniman beraliran
sufi, namun ada juga yang
beraliran sufi tapi tidak
mengakui sufisme. Karena
sufisme adalah anti-sosial
dan tidak menghiraukan
, dunia sekelilingnya, seperti
halnya kritik Mohammad
Igbal yang mengatakan
demikian, terhadap orang-
orang sufi.
MenurufcatatanDanarto
di Indonesia, seniman yang
beraliran sufisme adalah:
Achmad Sadali, Oesman
Effendi dan Rustamadji
(pelukis) serta Taufilk 1s
mail, Abdul Hadi WM' jin
Sutardji Calzoum Bachri
(pen
Menurut peluki Achmad
Sadali bahwa melukis dan
lukisannya adalah ibadah,
sedangkan lukisan abstrak
adalah paling tepat untuk
melukiskan kemanusiaan.
Sadali mengatakan pan-
“dangannya bahwa manusia
tidak mungkin mencapai
“Tuhan. Lukisan-lukisan Sa-
dali menurut catatan
Danarto adalah lukisan ,
yang banyak melambang-
kan keteguhan imart. War-
na lukisannya banyak
menggunakan warna-warna
berat yang gelap.
Lain dengan Sadali ada-
lah Oesman Effendi. Pe
lukis ini banyak mengguna-
kan warna-warna cemer-
lang dalam lukisannya.
“sman juga sependapat
' Sadali, lukisan ada-
|
|
||
,
|
'
Bb Apaan
3g
—..
Ha
PI
batam
Ep
:ii
Ia
55
Haji
At IN
BE
P HA
i
BN
3
NA
3
TA
Um sidik,
antaranya
LN DOKUMENTASI DE Kn KESSNTAN
:X heroaaah Io KR.vocya | Im
—pa BISNIS, II
| Is.ranya
ELITA
| JAKARTA CIKINI RAYA 73, JAKARTA "
5 Ba EP
MUTIARA OS KOTA |
WASPADA PRIORITAS|
S. PEMBARUAN Sa PAG
wow.
Sabehalan Mu
melaratan
SAW.
1 BAGIAN
Manan La Ma Memahami H3 Ra Ai
DOKUMENTASI DEWAN KESINTAN JAK ARTA CIKINI RAYA 93, JAKARTA "
an Ka TEA BRO engga RERaN
LoIkoras | hemmaal (troeral homuna If Ios Koma | | tatyan
en | KI | lwaseana) Jprtortmas| Ip, 3, YUDHA
|olB.20sal prrre | Ts. Kanya S.PEMBARUAN| Is.psc) jr.x .TERBIT
5. RI Me TGL, HAM, NO:
Sa aa mama man UN Pan panen bin ne. TG
-t—
Seniman dan Sufisme Di Indonesia Menurut Danarto (Artists and Sufism in Indonesia According to Danarto)
Aming Aminoedhin/418h